This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Translate

Senin, 07 Mei 2012

Sejarah Olah Raga Bela Diri TARUNG DERAJAT

Seni Ilmu Olah Raga Bela Diri TARUNG DERAJAT dideklarasikan kelahirannya dibumi persada Indonesia tercinta, di Bandung 18 Juli 1972 oleh peciptanya seorang putra bangsa yaitu Guru Haji Achmad Dradjat yang memiliki nama julukan dengan panggilan Aa Boxer. Nama panggilan Aa Boxer diterapkan dan melekat pada diri Achmad Dradjat, setelah dirinya mampu dan berhasil menggunakan dan menerapkannya Seni Pembelaan Diri karya ciptanya didalam berbagai bentuk perkelahian, dimana butuh dan harus BERKELAHI atau BERTARUNG dalam rangka BERJUANG untuk mempertahankan kelangsungan hidup, menegakan kehormatan dan membela kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari selaras dengan kodrat hidupnyanya.

Jadi sebenarnya keberadaan Tarung Derajat itu adalah identik dengan perjalanan & perjuangan G.H.Achmad Dradjat yang juga dikenal dengan julukan Aa Boxer dan kini bergelar "SANG GURU TARUNG DERAJAT".

Perjalanan & Perjuangan hidup Achmad Dradjat dimulai sejak kelahirannya diatas muka bumi ini, Sang Guru Tarung Derajat dilahirkan di Garut 18 Juli 1951 dari pasangan Bapak dan Ibu H.Adang Latif dan Hj.Mintarsih dalam suasana sedang terjadi pertempuran melawan Gerombolan pemberontak yang dikenal dengan sebutan kelompok Darul Islam (D.I), dalam penyerangan tersebut kedua orang tua Achmad Dradjat sebagai Aktivis Pejuang Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang setelah pasca Keemerdekaan menjadi anggota Polisi Istimewa, menjadi salah satu sasaran operasi dari penyerangan Gerombolan tersebut. Berkat kebesaran dan kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa dapat selamat dari peristiwa itu dan saat itulah Sang Guru lahir dalam keadaan sehat, ditengah kejaran para pemberontak. Peristiwa tersebut telah mengilhami kedua oranng tua Sang Guru memberikan nama DARAJAT (DRADJAT / DERAJAT), yang berarti Berkat yaitu suatu Rahmat karunia Tuhan Yang Maha Esa yang membawa atau mendatangkan kebaikan pada kehidupan manusia, seperti keselamatan dan kesehatan hidup atau kesejahteraan hidup atau juga sebagai harkat dan martabat hidup manusia. Sejalan dan seiring dengan nilai-nilai riwayat Perjalanan & Perjuangan hidup yang dilakukan Sang Guru Achmad Dradjat alias Aa Boxer dalam menciptakan dan melahirkan Ilmu Bela Diri secara Alami, Mandiri, dan Tersendiri serta kejadian-kejadian hidup yang terjadi selalu dinikmati dengan totalitas berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan tindakan-tindakan yang Realistis dan Rasional, dari hasil perjuangan hidup PRIBADI seperti itu, mencuat sebuah nama untuk diterapkan pada Seni Ilmu Olah Raga Bela Diri Karya Ciptanya, yaitu : "TARUNG DERAJAT." (Tarung, Bertarung adalah Berjuang dan Derajat adalah Harkat martabat kemanusiaan)

Pada usia balita Achmad Dradjat pindah ke Bandung mengikuti perjalanan dinas kedua orang tuanya, tinggal di kawasan Tegallega suatu daerah yang keras dan berpenduduk sangat heteorogin dengan segala perilaku hidupnya yang dinamis. Situasi dan kondisi seperti itu sangat ditunjang dengan keberadaan sebuah lapangan sangat luas yang beraktivitas hampir 24 jam , berbagai macam bentuk kegiatan hidup terjadi dilapangan tersebut, seperti: berbagai kegiatan olah raga, perkealahian masal antar kelompok pemuda remaja, pemerasan, perampokan perjudian, pelacuran, dlsb yang berbau kriminalitas dan kemaksiatan serta dalam waktu-waktu tertentu bisa dan biasa juga dipakai untuk kegiatan kemasyarakatan lainnya oleh seluruh kalangan masyarakat Bandung khususnya dan apabila sesuatu tindak kekerasan terjadi, tidak jarang masyarakat setempat yang berperilaku hidup baik-baik kerap menjadi korban tindak kekerasan, kejadian tindak kekerasan tersebut tidak terkecuali sering juga dialami oleh sosok remaja Achmad Dradjat.

Bagi Achmad Dradjat yang sejak masa anak-anak mempunyai postur tubuh lebih kecil dibanding dengan sesama anak lainnya dan sangat menggemari olah raga keras, seperti sepak bola dan beladiri, selain itu dirinya yang berkarakter berani dan ulet, menjadikan hidup dan dibesarkan dilingkungan seperti itu memiliki arti dan tantangan yang tersendiri.

Berbekal didikan Akhlak Budi pekerti dan Ajaran Agama yang diterapkan kedua orang tua dan tertanam serta terpelihara secara ketat dan berdisiplin sejak masa kecil. Aa, demikian dipanggil dalam lingkungan keluarganya (Aa adalah suatu panggilan dalam bahasa daerah sunda bagi anak laki yang tertua atau yang dituakan) mulai memasuki lingkungan yang keras, bermacam cara datang dan terjadi perekelahian antar kelompok maupun perorangan, pemerasan serta berbagai bentuk tindak kekerasan lain.

Dalam lingkungan demikian sifat pemberani dan keinginan menolong teman yang dimilikinya, seringkali membuat Aa mengalami berbagai tindak kekerasan, perklelahian demi perkelahian harus ia lalui walau lebih sering kalah dari pada menangnya, dengan segala keuletan yang didasari oleh hasil didikan Akhlak dan ajaran Agama yang terus melekat, dirinya mampu meng hadapi dan mengatasi berbagai rintangan hidup setahap demi setahap secara pasti, hingga pada usia 13 tahun tindak kekerasan dan penganiayaan yang dilakukan oleh sekelompok pemuda remaja dan manusia lain yang tidak bermoral dan tidak bertanggung jawab nyaris merenggut jiwanya.

Bagaimana tidak, peristiwa pengeroyokan dan penganiayaan yang dialaminya itu terjadi ditengah keramaian orang-orang yang hanya bisa menjadi penonton dan sebagian lainya hanya mampu menjadi penganiaya, dalam keadaan seperti itu Achmad Dradjat dituntut harus mampu bertahan hidup dalam kesendirian, bukan mempertahankan diri sampai lupa diri. Sesungguhnya dari kenyataan peristiwa tersebut sangat disadri hanya kerena Kebesaran dan Kekuasaan Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang, yang menghendaki nasib lain sehingga Aa dapat terselamatkan dari nasib yang lebih buruk lagi.

Kejadian serupa terjadi dialami Achmad Dradjat pada saat belajar latihan beladiri secara resmi sebagai anggota suatu perkumpulan beladiri, dalam peristiwa tersebut dirinya dipaksa untuk berkelahi menggunakan teknik yang berlaku di beladiri itu sendiri melawan anggota senior yang bertubuh jauh lebih besar, dengan demikian Achmad Dradjat yang baru belajar dasar-dasar teknik perkelahian tidak mampu berbuat banyak selain bertahan diri, disaksikan anggota senior lain, pelatih dan guru besarnya yang ada diruang latihan lainnya. Achmad Dradjat dengan teknik yang terbatas tadi seluruh badannya penuh dengan luka memar, namun demikian tidak ada fikiran dan rasa dari penyaksi termasuk guru besarnya untuk bertindak, menghentikan dan menyelamatkan perkelahian. Dalam kesendirian sosok remaja Achmad Dradjat kembali harus berjuang diri mempertahankan keselamatan dan kesehatan hidupnya.

Dari perkelahian ke perkelahian itulah Achmad Dradjat secara alami dirinya tertempa dan terlatih untuk menjawab tantangan hidup yang keras dan dari kerasnya kehidupan yang dialami sifat fisik dan sikap mentalnya terbina dan terbiasa untuk menerima kenyataan hidup secara realistis dan rasional. Kemampuan itu dimiliki karena pada dasarnya, setiap mahluk hidup telah dibekali kemampuan gerak reflek untuk bertahan hidup. Fikiran , rasa dan keyakinan tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masanya dan terbayangi sepanjang usia, baik kejadian itu berupa musibah maupun anugerah, pengalaman tersebut pada dasarnya adalah bagian dari proses pembelajaran dan pelatihan otot, 0tak serta nurani untuk menentukan arah hidup yang lebih baik menuju pada kehidupan yang benar selaras dengan kodratnya.

Berbagai macam kejadian dan pengalaman hidup yang terjadi dalam lingkup pembelaan diri yang berasal dan mengandalkan dari gerak reflek dan dorongan naluri ,insting atau garizah yang terus terjadi secara berulang tersebut, mengasah otot, otak serta nuraninya untuk terbiasa menghadapi berbagai ancaman dan terlatih untuk menjawab tantangan hidup, yang berupa menjaga keselamatan dan kesehatan diri, menegakkan dan mempertahankan kehormatan serta membela kemanusiaan.

Bersamaan dengan itulah proses penciptaan gerak dan jurus dibentuk dan diuji dari perkelahian. Proses ini disempurnakan melalui suatu penempaan diri, baik secara fisik maupun mental dengan cara yang tersendiri dan mandiri. Gerakan tubuh yang kemudian menjadi jurus ini, seluruhnya didasari gerak reflek yang alamiah.

Dari penempaan praktis ini gerakan tubuh yang tercipta manjadi sangat efektif bagi suatu pembelaan diri. Gerakan dan jurus serta metode latihan didasari kemampuan alamiah. Semua ini sebenarnya dimiliki semua manusia sebagai fitrah dan bisa dikembangkan secara mandiri, inilah yang mendasari lahirnya sebuah prinsip hidup Tarung Derajat "Jadikanlah Dirimu oleh Diri Sendiri."

Hingga menginjak usia pemuda remaja, Achmad Dradjat telah menunjukan kemampuaan dan keunggulan dalam menghadapi berbagai tindak kekerasan dan perkelahian. Achmad Dradjat juga menularkan kemampuan beladirinya pada rekan-rekan dekat dan masyarakat lain yang membutuhkannya, yang sebagian besar memintanya untuk menjadi "Guru." Akhirnya, pada tanggal 18 juli 1972 diikrarkan pendirian Perguruan Tarung Derajat yang menjadi tanda utama resminya kelahiran Ilmu Olah Raga Seni Ilmu Pembelaan Diri karya cipta Achmad Dradjat.

Gelar "SANG GURU" menjadi sebuah panggilan kehormatan dan penghargaan sekaligus sebagai Saripati Jati Dirinya dari apa yang diperjuangkannya dalam menciptakan ILmu Olah Raga Seni Pembelaan Diri TARUNG DERAJAT bagi murid-murid dan Perguruan Pusat Tarung Derajat.

Posted from this

Sabtu, 05 Mei 2012

Tips Bugar

Sepanjang minggu kita bekerja, mulai pagi hingga petang. Tak jarang di akhir
minggu kita masih terus bekerja.

Tak usah heran, karena tubuh kita dirancang secara sempurna untuk bekerja,
membangun bumi ini sebaik-baiknya demi kesejahteraan kita dan generasi
mendatang. Adakalanya kita melalui suatu hari dengan penuh semangat,
energetik, seolah tak kenal lelah. Sebaliknya, tak jarang pula kita isi
suatu hari dengan kelesuan, loyo dan murung.


Memang suasana hati dan fisik senantiasa naik turun. Meski begitu, bekerja
seharian penuh bersama hati dan fisik yang bugar selalu menyenangkan.
Sedangkan, bekerja bersama pikiran ruwet dan tubuh yang lesu, jauh dari kata
menyenangkan. Karena itu ada baiknya kita mensiasati bagaimana kita bisa
menumbuhkan kebugaran, menemukan energi dan semangat bekerja sepanjang hari.
Hukum bekerja itu sederhana saja: bila hati senang, kerja pun baik.

Berikut beberapa tips yang bisa anda coba untuk menemukan kebugaran jiwa dan
tubuh sepanjang hari kerja yang padat.

1--Mulailah hari anda dengan pikiran positif.

Ketika pertama kali anda membuka pelupuk mata di pagi hari, ucapkan syukur
bahwa anda masih diberi kesempatan untuk menjalani hari ini. Bersiaplah
untuk memberikan sesuatu yang terbaik dari diri anda untuk bumi ini. Lakukan
khusyu, kontemplasi, meditasi atau apa pun namanya. Ini baik agar pikiran
anda jernih dan positif. Setelah itu, ada baiknya anda setel musik ceria
kegemaran anda. Lalu, go, go, go, siap bekerja.
http://www.gsn-soeki.com/wouw/

2--Lakukan olahraga ringan.

Berikan kebugaran pada tubuh anda dengan melakukan olahraga ringan. Hirup
udara banyak-banyak. Biarkan tubuh anda bergerak dan berkeringat. Namun, tak
usah terlalu ngoyo. Lebih baik lagi, bila anda lakukan itu bersama-sama
dengan pasangan, anak-anak, atau teman-teman anda.

3--Jangan lupa sarapan secukupnya.

Sarapan adalah pemasok bahan bakar terpenting (gula darah) bagi tubuh.
Sarapan bukan hanya bermanfaat di pagi hari, namun juga siang dan sore hari.
Sarapan akan menghindari anda dari jajan di jam kerja, sehingga membantu
anda menjaga berat tubuh, menguatkan daya pikir dan mempertahankan semangat
kerja. Namun demikian, yang penting adalah jenis makanan yang anda makan
haruslah lengkap, terutama protein yang bisa mempertahankan kadar gula darah
sepanjang hari. Bila perlu tambahkan susu. Agar anda berselera, susun menu
yang bervariasi.

4--Atur kegiatan hari anda sebaik-baiknya.

Sebelum anda bekerja, aturlah rencana kerja anda hari ini. Susun
sebaik-baiknya sesuai dengan skala prioritas pencapaian tugas. Aturlah
tugas-tugas anda sedemikian rupa agar anda tidak mudah kelelahan di pagi
hari. Buat jadwal yang selang-seling dan sediakan waktu untuk istirahat.
Meski begitu bersikaplah fleksibel untuk mengubah rencana anda. Segala
sesuatunya bisa terjadi. Belajarlah untuk membagi dan mendelegasikan tugas.
http://www.gsn-soeki.com/wouw/

5--Jaga terus kesegaran tubuh anda.

Jangan melulu duduk di belakang meja, sekali-kali bergerak dan
berkeringatlah. Rasakan darah anda mengalir, dan oksigen memenuhi rongga
dada anda. Minum air putih segar banyak-banyak untuk menjaga kebugaran
tubuh.

6--Istirahat itu penting.

Bekerja terus boleh-boleh saja, namun tanpa diselingi istirahat, anda akan
cepat jatuh loyo. Bahkan, petinju yang bertanding pun harus rehat selama
satu menit setiap tiga menitnya. Lakukan relaksasi dan peregangan untuk
tubuh anda, tarik nafas dalam-dalam, pejamkan mata anda sejenak, di
sela-sela pekerjaan anda. Jangan sia-siakan waktu rehat makan siang, tetapi
jangan makan terlalu kenyang. Ini malah membuat anda mengantuk. Makanlah
banyak sayur dan buah segar. Jangan tergoda untuk mengkonsumsi makanan
ringan kecuali bila anda benar-benar membutuhkannya.

7--Temukan kegembiraan dalam setiap keadaan.

Bugar bukan hanya kuat, namun segar dan penuh kegembiraan. Jangan jauhkan
humor dari pekerjaan anda. Seberat-beratnya persoalan pasti ada jalan
keluarnya. Serius tapi rileks. Jaga terus pikiran positif anda. Jauhi emosi
negatif yang menghabiskan energi saja. Tetap jalin hubungan sosial dengan
rekan-rekan anda.
http://www.gsn-soeki.com/wouw/

8--Selesaikan pekerjaan kantor di kantor

Tuntaskan pekerjaan kantor di kantor. Ini mendorong anda untuk bekerja
produktif. Gunakan waktu setelah kerja untuk kehidupan pribadi, keluarga dan
orang-orang yang anda cintai. Isi pula dengan kegiatan sosial yang
memperhatikan sesama, menyalakan api spiritual diri anda, memperbaiki
lingkungan, dan sebagainya.

9--Cukupkan kebutuhan tidur anda.

Kendaraan pun perlu beristirahat. Juga tubuh dan jiwa anda. Dan tempat
istirahat terbaik adalah tidur yang nyenyak dan cukup. Aturlah jam tidur dan
bangun yang teratur. Ini baik untuk kebugaran anda esok hari.

10--Perbanyak bersyukur.

Buka hari anda dengan bersyukur, tutup juga hari anda dengan bersyukur. Jaga
terus pikiran positif anda. Sudahlah, jauhkan kecemasan karena terlalu
banyak harapan dan angan-angan. Nikmati apa yang dianugerahkan pada anda
selama ini. Rasakan betapa kaaaaayanya hidup anda...!


Posted from  This